Masa remaja ditandai oleh perubahan yang besar diantaranya kebutuhan untuk beradaptasi dengan perubahan fisik dan psikologis, pencarian identitas dan membentuk hubungan baru termasuk mengekspresikan perasaan seksual. Hall (dalam Papalia, 1998) menyebut masa ini sebagai periode “badai dan tekanan” atau “storm & stress” suatu masa dimana ketegangan emosi meningkat sebagai akibat dari perubahan fisik dan kelenjar.
Pada awal masa remaja, tercakup kesadaran seksual pada remaja seperti tuntutan sosial dan pendidikan. Begitu meninggalkan masa kanak-kanak, remaja mengalami kebebasan, autonomi dan pilihan dibandingkan saat mereka masih membutuhkan pemeliharaan khusus, perlindungan dan bimbingan. Tanpa keikutsertaan orang tua dan orang dewasa lainnya secara terus menerus dalam memberikan petunjuk bagi keselamatan mereka remaja dapat terlibat pada resiko terperangkap dalam tindakan kejahatan oleh mereka sendiri atau oleh orang lain.
Pada sebagian besar remaja, hambatan-hambatan dalam kehidupan mereka akan sangat mengganggu kesehatan fisik dan emosi mereka, menghancurkan motivasi dan kemampuan menuju sukses di sekolah dan merusakkan hubungan pribadi mereka. Banyak dari para remaja yang nencapai masa dewasa dengan penderitaan yang pedih , namun mereka kemudian diminta untuk berpartisipasi secara bertanggung jawab di dalam masyarakat.
Masalah yang banyak dialami remaja pada saat ini merupakan manifestasi dari stres, di antaranya depresi, kecemasan, pola makan tidak teratur, penyalahgunaan obat sampai penyakit yang berhubungan dengan fisik seperti pusing serta ngilu pada sendi. Sama halnya pada orang dewasa, stres bisa berefek negatif pada tubuh remaja hanya saja perbedaannya pada sumber dan bagaimana remaja merespon penyakit tersebut. Reaksi tersebut ditentukan oleh suasana dan kondisi kehidupan yang tengah mereka alami.
Stres merupakan bagian yang tidak terhindarkan dari kehidupan. Stres mempengaruhi setiap orang, bahkan anak-anak. Kebanyakan stres di usia remaja berkaitan dengan masa pertumbuhan. Remaja khawatir akan perubahan tubuhnya dan mencari jati diri. Sebenarnya remaja dapat membicarakan masalah mereka dan mengembangkan keterampilan menyelesaikan masalah, tetapi karena pergolakan emosional dan ketidakyakinan remaja dalam membuat keputusan penting, membuat remaja perlu mendapat bantuan dan dukungan khusus dari orang dewasa.
Sarwono (“Berbagai,” 2003) mengatakan stres adalah kondisi kejiwaan ketika jiwa itu mendapat beban. Stres itu sendiri bermacam-macam, bisa berat, bisa juga ringan, dan stres berat berkemungkinan mengakibatkan berbagai gangguan. Stres ringan dapat merangsang dan memberikan gairah nyata dalam kehidupan yang setiap harinya menjenuhkan. Stres yang berlebihan, apabila tidak ditanggulangi sejak dini, akan membahayakan kesehatan.
Menurut Slemon (dalam Baldwin, 2002) dalam menghadapi pelajaran yang berat di sekolah menimbulkan stres pada remaja, terutama bagi remaja high school, karena pada saat ini remaja pada umumnya mengalami tekanan untuk mendapat nilai yang baik dan bisa masuk ke universitas favorit. Remaja SMA yang akan menghadapi UAN dan UMPTN sering mengalami ketegangan dan kecemasan, mereka takut tidak lulus universitas negri yang mereka inginkan (Toepra, 2003).
.Menurut Steinberg (2003) remaja pada usia 15-18 tahun mengalami banyak perubahan secara kognitif, emosional dan sosial, mereka berpikir lebih kompleks, secara emosional lebih sensitif dan lebih sering menghabiskan waktu bersama dengan teman-temannya.
Hubungan antara remaja dan teman sebaya adalah hal yang utama dalam perkembangan remaja, para remaja berharap bisa mandiri, tidak dihubungkan lagi dengan orang tua. Remaja lebih membutuhkan dukungan dari teman-temannya dibandingkan dengan orang tua.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Hoffman (1999) pada 120 remaja highschool di Amerika mengatakan bahwa perbedaan pendapat antara orang tua sering terjadi, tuntutan orang tua dianggap sangat menganggu, remaja takut tidak bisa memenuhi harapan orang tua. Rutter (dalam Hoffman, 1999) juga mengatakan hal yang sama, sering terjadi ketegangan antara orang tua dan anak, larangan-larangan dari orang tua sering dilanggar oleh remaja. Remaja menganggap bahwa yang paling mengerti dirinya adalah teman-temannya.
Menurut Baldwin (2002) sumber stres pada remaja laki-laki dan perempuan pada umumnya sama, namun dampak beban ini berbeda pada remaja perempuan dan laki-laki. Remaja perempuan lebih peka terhadap lingkungannya. Menurut penelitian prestasi mereka lebih baik dibanding remaja laki-laki. Nilai mereka di sekolah lebih baik, mereka juga lebih menonjol. Tuntutan dan motivasi mereka lebih tinggi. Akibatnya, remaja perempuan menderita beban psikis seperti cemas, tidak senang, sakit piunggung dan sakit kepala. Sedangkan remaja laki-laki yang mengalami stres akan lebih sering merokok dan minum alkohol.
Menurut Windle & Mason (2004) ada empat faktor yang dapat membuat remaja menjadi stres, yaitu penggunaan obat-obat terlarang, kenakalan remaja, pengaruh negatif dan masalah akademis.
Garfinkel (dalam Walker, 2002) mengatakan secara umum penyebab stres pada remaja adalah :
1. Putus dengan pacar
2. Perbedaan pendapat dengan orang tua
3. Bertengkar dengan saudara perempuan dan laki-laki
4. Perbedaan pendapat antara orang tua
5. Perubahan status ekonomi pada orang tua
6. Sakit yang diderita oleh anggota keluarga
7. Masalah dengan teman sebaya
8. Masalah dengan orang tua
Menurut Walker (2002), ada tiga faktor yang dapat menyebabkan remaja menjadi stres, yaitu:
1. Faktor biologis, yaitu :
• Sejarah deperesi dan bunuh diri di dalam keluarga
• Penggunaan alcohol dan obat-obatan di dalam keluarga
• Siksaan secara seksual dan fisik di dalam keluarga
• Penyakit yang serius yang diderita remaja atau anggota keluarga
• Sejarah keluarga atau individu dari kelainan psikiatris seperti
• kelaianan makanan, skozoprenia, manik depresif, gangguan perilaku
• dan kejahatan
• Kematian salah satu anggota keluarga
• Ketidakmampuan belajar atau ketidakmampuan mental atau fisik
• Perceraian orang tua
• Konflik dalam keluarga
2. Faktor kepribadian, yaitu :
• Tingkah laku impulsif, obsesif dan ketakutan yang tidak nyata
• Tingkah laku agresif dan antisosial
• Penggunaan dan ketergantungan obat terlarang, tertutup
• Hubungan sosial yang buruk dengan orang lain, menyalahkan diri
• sendiri dan merasa bersalah
• Masalah dengan tidur atau makan
3. Faktor psikologis dan sosial, yaitu :
• Kehilangan orang yang dicintai, seperti kematian teman atau anggota
• keluarga, putus cinta, kepindahan teman dekat atau keluarga
• Tidak dapat memenuhi harapan orang tua seperti kegagalan dalam
• mencapai tujuan, tinggal kelas dan penolakan sosial
• Tidak dapat menyelesaikan konflik dengan anggota keluarga, teman
• sebaya, guru, pelatih, yang dapat mengakibatkan kemarahan, frustasi
• dan penolakan
• Pengalaman yang dapat membuatnya merasa rendah diri dapat
• mengakibatkan remaja kehilangan harga diri atau penolakan
• Pengalaman buruk seperti hamil atau masalah keuangan
Sedangkan menurut Needlman (2004) ada beberapa sumber stres yang dialami remaja :
1. Biological stress
Pada umumnya perubahan fisik pada remaja terjadi sangat cepat, dari umur 12-14 tahun pada remaja perempuan dan antara 13 dan 15 tahun pada remaja laki-laki. Tubuh remaja berubah sangat cepat, remaja merasa bahwa semua orang melihat dirinya. Jerawat juga dapat membuat remaja stres, terutama bagi mereka yang mempunyai pikiran sempit tentang kecantikan yang ideal. Saat yang sama, remaja menjadi sibuk di sekolah, bekerja dan besosialisasi, sehingga dapat membuat remaja kekurangan tidur. Hasil dari penelitian, mengatakan bahwa kekurangan tidur dapat menyebabkan stres.
2. Familiy Stress
Salah satu sumber utama stres pada remaja adalah hubungannya dengan orang tua, karena remaja merasa bahwa mereka ingin mandiri dan bebas, tapi di lain pihak mereka juga ingin diperhatikan.
3. School Stress
Tekanan dalam masalah akademik cenderung tinggi pada dua tahun terakhir di sekolah, keinginan untuk mendapat nilai tinggi, atau keberhasilan dalam bidang olah raga, di mana remaja selalu berusaha untuk tidak gagal, ini semua dapat menyebabkan stres.
4. Peer stress
Stres pada kelompok teman sebaya cenderung tinggi pada pertengahan tahun sekolah. Remaja yang tidak diterima oleh teman-temannya biasanya akan menderita, tertutup dan mempunyai harga diri yang rendah. Pada beberapa remaja, agar dapat diterima oleh teman-temannya, mereka melakukan hal-hak negatif seperti merokok, minum alkohol dan menggunakan obat terlarang. Beberapa remaja merasa bahwa alkohol, rokok dan obat-obatan terlarang dapat mengurangi stres, tapi walau bagaimanapun secara psikologis itu semua tidak dapat mengurangi stres, tetapi justru meningkatkan.
5. Social stress
Remaja tidak mendapat tempat pada pergaulan orang dewasa, karena mereka tidak diberikan kebebasan mengungkapkan pendapat mereka, tidak boleh membeli alkohol secara legal, dan tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang bayarannya tinggi. Pada saat yang sama mereka tahu bahwa mereka semua nantinya akan mewarisi masalah besar dalam kehidupan sosial, seperti perang, polusi dan masalah ekonomi yang tidak stabil, ini dapat membuat remaja menjadi stres.
Berdasarkan uraian diatas, faktor-faktor yang dapat menyebabkan remaja menjadi stres adalah faktor biologis, sosial, kepribadian, keluarga, di sekolah dan teman-teman sebaya.
Minggu, 11 April 2010
Stres pada Remaja
Diposting oleh NelyThung di 21.12 0 komentar
Jumat, 09 April 2010
Menopause
Menopause adalah berhentinya secara fisiologis siklus menstruasi yang berkaitan dengan tingkat lanjut usia perempuan. Seorang wanita yang mengalami menopause alamiah sama sekali tidak dapat mengetahui apakah saat menstruasi tertentu benar-benar merupakan menstruasinya yang terakhir sampai satu tahun berlalu. Menopause kadang-kadang disebut sebagai perubahan kehidupan. Ketika menopause sudah mendekat, siklus dapat terjadi dalam waktu-waktu yang tidak menentu dan bukan hal yang aneh jika menstruasi tidak datang selama beberapa bulan. Pada usia empat puluh tahun, beberapa perubahan hormon yang dikaitkan dengan pra menopause mulai terjadi. Penelitian telah membuktikan, misalnya, bahwa pada usia empat puluh tahun banyak wanita telah mengalami perubahan-perubahan dalam kepadatan tulang dan pada usia empat puluh empat tahun banyak yang menstruasinya menjadi lebih sedikit atau lebih pendek waktunya dibanding biasanya, atau malah lebih banyak dan/atau lebih lama. Sekitar 80% wanita mulai tidak teratur siklus menstruasinya. Kenyataannya, hanya sekitar 10% wanita berhenti menstruasi sama sekali tanpa disertai ketidakteraturan siklus yang berkepanjangan sebelumnya. Dalam suatu kajian yang melibatkan lebh dari 2.700 wanita, kebanyakan di antara mereka mengalami transisi pra-menopause yang berlangsung antara dua hingga delapan tahun.
Kecuali jika seseorang mengalami menopause secara tiba-tiba akibat operasi atau perawatan medis, pra-menopase dapat dianggap sebagai akhir dari suatu proses yang awalnya dimulai ketika seorang perempuan pertama kali mengalami menstruasi. Periode menstruasi pertama itu biasanya diikuti dengan lima atau tujuh tahun siklus yang relatif panjang, tidak teratur dan sering tidak disertai pembentukan sel telur. Akhirnya pada akhir usia belasan atau awal dua puluhan, lamanya siklus menjadi lebih pendek dan lebih teratur ketika wanita mencapai usia subur puncak, yang berlangsung selama kira-kira dua puluh tahun. Pada usia empat puluhan, siklus mulai memanjang lagi. Meskipun kebanyakan orang cenderung percaya bahwa dua puluh delapan hari merupakan panjang siklus yang normal, penelitian telah membuktikan bahwa hanya 12,4% wanita benar-benar mempunyai siklus dua puluh delapan hari dan 20% dari semua wanita mengalami siklus tidak teratur.
Diposting oleh NelyThung di 06.25 0 komentar
Minggu, 04 April 2010
aa.... pusing ngedit blog ne....
bwingungE pwoll!!!!!!!!!!!
Diposting oleh NelyThung di 22.30 0 komentar
Vierra merupakan sebuah grup musik asal Indonesia yang dibentuk pada November 2008. Grup musik ini beranggotakan 4 orang yaitu Kevin Aprilio (piano/keyboard), Widy Soediro Nichlany (vokal), Raka Cyril Damar (gitar), dan Satryanda Widjanarko (drum). Memiliki pemain bass tambahan bernama Deryansha Azhary. Genre musik ini adalah powerpop, pop, dan beberapa lagu terinspirasi dari musik Disney. Vierra memiliki sebuah fans club yang bernama Vierrania yang dibentuk pada Maret 2009.
Album pertamanya ialah My First Love dirilis pada tahun 2009. Single pertamanya adalah Dengarkan Curhatku.
Diposting oleh NelyThung di 22.21 0 komentar
Minggu, 28 Maret 2010
ThungThung
hemM...
ne blogQ,, baru buat nech..
masii amburadul,,
tau akh,, pengenNa menggila bersama...
hahaha...
Diposting oleh NelyThung di 19.35 0 komentar

